Hipnotis Audiens

Standard


Belakangan ini banyak bermunculan ahli hipnotis, setelah Tommy R. Selain tampil di layar kaca, mereka gencar-gencarnya mengarang buku hipnotis. Sebelum memasuki dunia perhipnotisan biasanya pengarang lebih dahulu meyakinkan atau tepatnya menghipnotis pembaca bahwa ilmu hipnotis itu tidak ada sangkut pautya dengan dunia pergaiban .
Ngomong-nomong soal hipnotis, aku punya satu kisah di bulan ramadhan kali ini (sebenarnya nggak bulan kali ini aja sih, setiap tahun malah).
Aku adalah seorang anak manusia yang dipercaya sebagai salah satu pembaca shalawat tawarih di mushalla dekat tempat tinggalku. Kalau kerjaan macam ini’kan membutuhkan suara yang lantang dan napas panjang. Sayangnya napasku pendek. Kendati demikian nggak terlalu menyulitkanku, kecuali pada shalawat bagian akhir yang lumayan nggak pendek atau seperti kata kebanyakan orang disebut panjang. Berikut kutipannya:
اللهم صل على رسولك سيد نا ونبينا وحبيبنا وشفيعنا و ذخزنا و مولانا
.محمد
Makanya itu pas membaca shalawat yang ini aku agak cepat. Namun tetap saja sampai kalimat و ذخزنا leherku sudah kayak tercekik. Bantuan tak diharapkan pun datang. Bukannya mempermudah malah menjadi tambah sulit.
Aku ini orang yang sering terbawa (terhipnotis) audiens. Jadi walupun aku yang megang kendali (mic-nya,Bo) bacaanku tetap ngikutin jamaah yang lainnya. Kalau jamaahnya cepat, aku sih sip-sip aja, tapi kalau jamaahnya kakek-kakek yang ngomngnya udah udzur, bah bakal sumbang sama bacaanku yang cepat.
Nah, dalam kasus shalawat ini audiensnya (lebih tepatnya orang di sampingku) bukan seorang kakek-kakek macam di atas. Bahkan lebih parah (bagiku). Napas orang ini panjaaaaaaaaaaaaaaaaang da..n hhh… lantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang!
Simulasinya gini, pas aku sampai pada kalimat و ذخزنا orang di sebelahku ini kasihan dan bantuin nyambung ومولانا محمد, tapi نا-nya panjaaaaaaaaaaaaang banget. Aku ya juga ikut terseret kedalamnya panjangnya. Mataku terbelalak, urat leher ngambang ke permukaan kulit, suara kayak kambing. Habis pulang terawaih aku langsung cukuran jenggot (yang mengundang kontroversi sohib-sohibku). Yah… setidaknya ini sebagai tindakan mengurangi karater kambing setelah kejadian kehabisan napas tadi.[]

Pondok Merpati
06.57 WITA.
Selasa, 11 Ramadhan 1430H.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s