Cara terakhir

Standard

Waktu luang biasanya kuhabiskan dengan laptop tercinta. Sedikitbanya aku agak akrab dengan benda yang satu ini. Kalo dia kerja lambat, aku tahu apa yang harus kulakaukan. Kalo dia bermasalah aku kenal dengan curhatnya yang selalu timbul mendadak. Kadang-kadang dia ngambek, tapi itu tidak terlalu memusingkanku, cukup di-restore saja, dia pasti lupa kenapa dia harus ngambek.

Setiap aku beli benda yang ada buku panduannya, bukunya sering kubaca-baca. Begitu juga dengan laptop. Yang lebih kubaca dulu adalah bab-bab penanganan masalah yang terjadi. Dalam salah satu paragraf aku temukan kalimat: apabila laptop hang dan tidak bisa diapa-apakan lagi, maka tekan tombol kombinasi Ctrl+Alt+Del, keluarlah task manager, lalu matikan program yang tidak bisa ditutup dari task manager itu. Apabila tombol kombinasi tidak berhasil, cara terakhir adalah tekan tombol power untuk memutuskan listrik agar laptop mati. Dan hal terkahir ini sebiasa mungkin harus dihindari, karena laptop dimatikan secara paksa dan dapat merusak harddisk.

Selamat setahun lebih aku sering melakukan hal yang di atas. Apabila laptop hang, kutekan tombol kombinasi Ctrl+Alt+Del, dan apabila tidak mampu, cara terakhir yang kupakai, tekan tombol power. Sekali lagi kutekankan, itu selama setahun lebih saja. Karena ada suatu hari setelah itu terjadi masalah pada laptopku yang tidak bisa dipecahkan oleh trik dari buku panduan tersebut.

Pada waktu antara maghrib-isya aku pulang ke asramaa, asyik nge-laptop, lagi main virtual DJ. Tahu-tahu laptop tercinta itu hang. Kutekan tombol kombinasi Ctrl+Alt+Del. Taks manager-nya emang keluar, tapi program virtual DJ yang bikin tekang itu nggak mau tertutup. Cara tombol kombinasi gagal, terpaksa akku pakai yang dalam buku panduan disebut ‘cara terakhir’. Kutekan tombol power selama empat detik sesuai panduan. Seharusnya laptop itu mati karena listrik dari batere diputus. Tapi itu seharusnya dan yang terjadi malah yang tidak seharusnya terjadi.

Busyet laptop nggak mati-mati. Dapat listrik dari mana ni laptop?! Pada waktu itulah klimaks atau puncak kehancuran software yang ada di laptopku terjadi. Kalo tombol huruf ‘A’ rusak itu, itu menyedihkan, tapi ini tombol power, aku jadi bingung.

Aku memutar otak, bagaimana caranya agar laptop ini bisa mati mendadak. Di-restart juga nggak mau. Cara satu-satunya harus memaksanya shutdown. Ting-tong! Sebuah ide cemerlang mencet bel di otakku.

Dengan hati-hati kubalik laptop. Hati-hati banget, karena bahaya kalo sampai harddisk-nya rusak. Dengan seringai kulepas baterenya. Nyip….. laptopnya beneran mati. Kupasang lagi baterenya, kukembalikan ke posisi semula dan tekan tombol power. Detik-detik itu adalah menegangkan, kayak nunggu hasil UN. Laptop melewati boot dengan sukses, sampai akhirnya masuk windows. Huhhmmphhh…. Aku plong.

Aku berkhayal, kapan-kapan kalo aku mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang produksi laptop, mungkin tidak salahnya kutambahkan ‘cara terakhir adalah lepas batere’.

 

2 thoughts on “Cara terakhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s