Mr. Perfect

Standard

“Aku suka sadar bahwa manusia butuh berbuat ceroboh.”

Pada beberapa kesempatan, aku membenci diri sendiri. Bagaimana tidak, otakku selalu saja larut dalam beberapa pertimbangan-pertimbangan yang panjang, telliti, sistematis, memilah-milah kemungkinan terburuk dan prediksi-prediksi ke depannya untuk semua hal yang akan kulakukan.
Pada beberapa kesempatan di mana kita bisa memilih, tahap-tahap di atas memang diperlukan. Namun, bukan berarti semua kesempatan harus melalui semua tahap. Di mana suatu kesempatan tersebut menuntut kita untuk melakukan spontanitas dan tidak jarang alasan dari spontaniitas tersebut bersikap abstrak.
Makanya itu, dalam beberapa kesempatan, aku selalu dibuat membenci diriku sendiri. Aku selalu berfikir untuk berbagai hal, selalu mencari-cari agar kesempatan yang ada di hadapanku mencapai strata perfect. Namun pada akhirnya, aku hanya dapat berfikir, tidak bertindak karena memang tidak sempat karena terlalu banyak pertimbangan hingga mengahabiskan waktu dan kesempatan itu berlalu.

“Lagi-lagi aku suka sadar bahwa menjadi Mr. Perfect tidak selalu indah.”[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s