Dalam beberapa hal berlaku rumus: Motivasi = Narkoba

Standard

Motivasi = Narkoba

Asal kata dari motif, seringkali diartikan dengan istilah dorongan. Dorongan atau tenaga merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut merupakan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah laku, dan di dalam perbuatanya itu mempunyai tujuan tertentu. Setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia selalu di mulai dengan motivasi (niat).

Motivasi itu perlu. Iya, siapa bilang tidak! Namun apa jadinya apabila disalahgunakan. Ini seperti narkoba yang tak ubahnya pedang bermata dua. Semua hal yang baik, tetap menjadi baik tergantung di tangan siapa hal tersebut berada.

Aku harus sedikit bercerita. Ada seseorang yang menjengkelkan. Tiap harinya dia selalu bicara tentang: Hidup Anda adalah sebuah anugerah. Yakinlah dengan anugerah tersebut, Anda bisa menggenggam dunia yang Anda inginkan.

Pada waktu kosong dia menonton film. Film itu bercerita tentang anak yang miskin, pendidikan formal tidak dia dapatkan, namun di masa depannya, si anak miskin itu tiba-tiba saja kaya karena beberapa alasan. Dari film itu muncullah suatu kenaifan untuk sebagian orang dalam wujud asumsi: tanpa sekolah pun orang bisa kaya dan sukses.

Tiap dapat kesempatan bicara, orang menjengkelkan ini selalu mengumbar motivasi ini dan itu.

Apakah orang yang barusan kita gosipkan itu benar-benar menjengkelkan?

Menurut aku: iya, sangat menjengkelkan! Kenapa aku membencinya? Alasannya sederhana: sehabis dia ngomong motivasi, yang dia lakukan adalah tidur dan dia menyalahgunakan motivasi selayaknya narkoba.

Dalam diri orang itu tidak ditemukan terapan ataupun realisasi dari motivasi yang dia sudah hapal di luar kepala. Selain itu dia bahkan menjadi malas karena penyimpangan motivasi. Contohnya saja: tanpa sekolah pun orang bisa sukses. Jadilah pendidikan bukan hal yang penting, padahal orang menjengkelkan itu mampu mengecap pendidikan. Orang ini kasihan, dia sadar tapi tidak mau menyadari bahwa motivasi tersebut tidak cocok untuk dia.

Sebenarnya motivasi telah memiliki tuannya masing-masing atau dalam bahasa mudahnya, setiap orang membutuhkan motivasi yang tidak selalu sama. Motivasi “tanpa sekolah pun orang bisa sukses” adalah milik orang-orang kurang beruntung ekonominya, bukan milik orang-orang mapan. Selama masih bisa mengenyam pendidikan, kenapa tidak. Tanpa sekolah saja bisa sukses, apalagi pakai sekolah.

Dia yang cuma bicara motivasi melulu itu betul-betul bikin jengkel. Sepertinya aku tidak membicarakan siapa-siapa. Lihat, orang menjengkelkan lagi menyedihkan itu tepat di hadapanku, itu terjadi tiap kali aku menghitung jerawat.[]

Source: http://id.shvoong.com (definisi motivasi)

Image by google

14 thoughts on “Dalam beberapa hal berlaku rumus: Motivasi = Narkoba

    • Hahah*ketawa dulu*
      Makasi pujiannya atas gubuk+tua+reyot+karatan+berantakan+dll ini.
      Sebenarnya novel berat suka juga sih, soalnya rata” tebel. Enak lho jadi bantal.*gubrak!*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s