Barang Elektronik=Wanita

Standard

Rumus: Elektronik=Wanita

Jujur aku agak sedikit plin-plan. Oke, sebenarnya sangat plin-plan dengan benda-benda elektronik dan  — juga wanita.

Peradaban dunia telah dikembangkan sejak berabad-abad lalu oleh para ilmuwan (iya, Pak Guru). Penemuan-penemuan baru dalam bidang teknologi terus bergentayangan (iya, Mbah Dukun). Aku hidup dikelilingi benda-benda elektronik. Kalo boleh jujur aku kadang nggak ngerti apa mau benda-benda listrik itu. Mereka itu seperti wanita, sama-sama susah ditebak apa maunya!

Di sini aku mengartikan benda elektronik adalah benda yang perlu listrik untuk bekerja. Contoh perangkat elektronik yang akrab denganku adalah TV, DVD Player, kipas angin, laptop, HP de-el-el.

Dulu laptopku pernah matot. Sebabnya sangat sederhana dan terdengar nggak keren amat: dipipisin kucing pas di keyboardnya. Pas ditanya ke center, ternyata biaya perbaikannya mencapai dua juta kurang 10 ribu. Alhasil, kurelakan laptopku telah berpulang ke Rohmatullah dengan tenang.

Namun, sudah kukatakan, elektronik itu seperti wanita, sama-sama susah ditebak. Setelah berbulan-bulan terbungkus dalam kardus, aku iseng buka tu laptop. Laptopnya dingin, tapi pas kutekan tombol power dia malah menyala tanpa dipaksa. Sampai sekarang dia masih sehat wal afiyat.

Sekarang pindah ke televisi. Kadang gambarnya terlalu banyak semut atau bergelombang, bahkan suaranya hilang (maklum tivi tua+bangka+renta). Di puncak kemarahan, aku teriakin tu tivi sambil mukul-mukul bagian atasnya. Tau-tau gambar tivinya kinclong kayak baru, trus suaranya semerdu westlife.

Ada juga kenalan baru minta betulin komputer. Bukannya tambah baik, malah tambah parah di tanganku. Komputernya jadi bluescreen, dan muncul pengumuman aneh. Aku pura-pura tenang, padahal gugup sepertiga hidup, sepertiganya lagi mati, trus sepertiga sisanya bingung antara mati atau hidup. Pokoknya gugup banget deh. Yang empu komputer kelihatan semakin frustasi. Dia pukul CPU. Aku aja mau lompat dari kursi saking kagetnya. Komputernya ikut kaget, dia kembali normal. Mungkin komputernya takut dipukul terus, makanya dia mikir mending balik normal aja. Tapi, huf, Syukurlah…

Baru-baru ini HP-ku juga masalah. Pada jam 3 malam aku terbangun. Udah jadi kebiasaan langsung liat HP. Tau-tau HP-nya mati. Aku coba nyalain, ngga bisa. Habis batere kah?  Kucolokin ke charger, tetep ngga ngaruh.

Aduh, apa sih masalah kamu? Sambil ngantuk-ngantuk, HP-nya kubenturin ke tembok. Nggak keras sih, kunyalakan dan tetep mati.

Pagi-paginya aku coba jatuhin tu HP dari ketinggian 10 cm. Drug! kira-kira gitu bunyinya pas bentur ke lantai keramik. Aku nyalakan, tetep nggak bisa.

Dengan sedikit menarik napas, aku jatuhkan tu HP dari ketinggian 30 cm.

DUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!

Oke, itu terdengar sangat dahsyat, tapi padahal tidak gitu. Aku coba lagi pencet tombol power. Tingtingtingtingting. HIDUP.

Aku natap tu HP dan tersenyum (yang tersenyum aku, bukan si HP).

“Kamu seperti wanita.”

Images by google.

Edited by Photoshop CS3

14 thoughts on “Barang Elektronik=Wanita

  1. Tingtingtingtingting. HIDUP.****baru tau ada hp ringtonenya bunya kayak gitu :D****ngakak….

    hidup kam kayak serba kebetulan taruslah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s