Cinta≠Seks

Standard

Aku pernah baca buku yang judulnya ada aja. Maksudnya, judul bukunya bukan ada aja, tapi nama bukunya males kusebutkan, karena menurut selera pribadiku, tu buku kampret banget.

Dalam buku itu ada ceritanya, ceritanya itu mendefinisikan, definisinya itu mengartikan cinta.

Penulis di situ mengartikan cinta selalu menjurus ke seks. Ceritanya panjang dan lebar dan bertele-tele. Alhasil pada intinya, penulis buku itu mengartikan cinta itu adalah seks. Tanpa seks, sepasang pecinta belumlah sempurna cinta di antara keduanya. Seks adalah sebagai bukti cinta.

Kalo boleh I think, aku gak terlalu suka dengan defenisi dan keharusan ngesex semacam itu. Bagiku cukup melakukan hal yang sederhana, yaitu bersikap untuk nggak egois. Untuk diri pribadi, aku menganggap cinta nggak hanya berputar-putar di kehidupan seks, tapi lebih dari itu.

Lagi pula hidupku bakal banyak mendapat masalah jika harus menyamakan ato mengharuskan cinta dengan seks semata. Soalnya banyak yang kucintai di dunia ini. Kayak ikan cupang punyaku, laptop, conan, bantal, hp, bak sampah de-el-el. Intinya masak aku harus “main” sama mereka semua.

3 thoughts on “Cinta≠Seks

  1. pertama cuy . . .
    bisa dibayangkan jika kau melakukan hub S*ks dg cupangmu… eh tp jgn2 buku ku refensikan bwtmu!!! kalau emang yang itu ya maaf dh… ♫♪♫♪♫

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s