Misteri Mahasiswa Bangkotan (Maba)

Standard

tua-tua di kampus

Ini cerita seorang mahasiswa yang menghabiskan masa mudanya di kampus. Mulai dari 5, 6, 7, 8 bahkan 9 taon nggak ada tanda-tanda mau diwisuda, yang ada malah gelagat hampir diwisuda secara privat (baca DO).

Sebagian orang memahami fenomena ini adalah akibat dari sangat bodohnya mahasiswa yang bersangkutan. Dulunya aku juga menduga selalu dan pasti begitu. Mereka itu bego, jadi skripsinya nggak kelar-kelar.

Selidik punya selidik, ternyata nggak selalu begitu. Tidak semua dari mereka goblok, ada yang sebenarnya mampu menyelesaikan, tapi malah menundanya. Perlahan aku bisa mengerti mereka, apalagi setelah aku menjadi bagian dari mereka, yaitu mahasiswa.

Alasan mereka: ketakutan dan kebingungan dan betah berstatus mahasiswa.

Kita semua sadar, ujung-ujungnya dari mahasiswa adalah cari kerja. Monyet juga tau kalo nyari kerja itu susah, makanya monyet nggak kerja (tumben-tumben aku pintar kayak gini).

Mahasiswa itu was-was, karena mahasiwa adalah status terakhir di mana seseorang yang ekonominya masih bisa ditanggung ortu. Habis itu, semuanya adalah tanggungan pribadi.

Menganggur adalah ketakutan. So, sebagian dari mereka lebih memilih untuk mengulur waktu karena belum siap untuk menganggur untuk jangka waktu yang susah ditebak.

5 thoughts on “Misteri Mahasiswa Bangkotan (Maba)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s