Jajanan Seni

Standard

Mungkin aku termasuk tipe suami idaman. Lho, kenapa? Tiba-tiba aja ngaku-ngaku gitu.

Aku punya wajah, tapi tidak terlalu ganteng. Aku punya dompet juga tidak tebal. Aku juga punya otak tapi susah diajak mikir. Tapi setidaknya aku tidak pilih-pilih makanan. Menurutku itu salah satu keunggulanku. Istri kan biasanya senang sama suami yang tidak pilih-pilih makanan. Makanya itu aku pikir, walopun cuman satu kriteria, aku termasuk suami idaman kaum hawa. Bwa ha ha…

Ngomonng soal makanan itu seperti cinta, tidak ada habis-habisnya. Ada senang dan ada dukanya.

Makanan paling enak itu adalah masakan ibu. Karena kita tahu ibu memasak dengan Royco. Halah, bukan itu maksudnya tapi makanan buatan ibu itu bukan demi uang seperti yang terjadi dengan makanan di warung. Aku bersyukur masih diberi kesempatan makan masakan itu, masakan yang rasanya hanya dimengerti oleh orang yang makan bukan sekadar lapar.

Aku jadi ingat dulu waktu SD. Aku suka jajan sembarangan: hal yang sangat keren bagi seorang manusia, menurutku waktu itu.

Aku dan temanku pergi ke kantin sekolah dan membeli sesuatu. Biasanya beli gorengan ato parabola. Parabola di sini bukan yang buat antena itu, tapi jajanan yang bentuknya lingkaran. Bingung ga tau namanya, ya kami nanakan saja parabola.

Tapi kebetulan waktu itu ada sesuatu yang baru. Jajanan berjenis jelly. Sebagai anak pintar yang selalu ingin bereksperimen dengan selera perutnya, aku tertarik mengambil itu. Temanku juga mengambil benda yang sama. Aku sengaja mengambil yang berwarna orange. Pasti rasanya asam-asam, pikirku.

Pas di depan kelas kami agak bingung bagaimana cara memakannya. Jajanan ini benar-benar misterius. Bentuk kemasan jelly itu seperti kerucut. Mirip dengan penyemprot yang biasa dipake ibu buat bikin adonan kue biar bermotif bunga. Ya sudah, ga usah mikir panjang-panjang, aku lubangi bagian ujung kerucut kemasan jajanan itu. Lalu aku pencet-pencet biar jelly di dalamnya keluar lewat lubang yang kubuat.

Crot. Jelly itu keluar dari kemasan, masuk melalui bibir, dan numpang lewat di lidah sebentar sebelum akhirnya masuk tenggorokan.  Mukaku langsung kelihatan hancur. Muka temanku juga.

“Kok rasanya aneh banget ya?”

“Iya. Padahal aku ngambil yang warna orange, mustinya rasanya tu asam-asam.”

“Rasanya kok kayak lem basi gitu.” (lem itu ga enak, apalagi yang basi).

Kami semua sepakat kalo jajanan misterius itu memang memiliki rasa yang juga tak kalah misterius.

Tapi tidak lama, misteri dari jajanan itu terbongkar.

Tak jauh dari tempat kami, aku liat seorang anak cewe juga memegang jajanan yang sama dengan jajanan kami. Tapi perlakuan dia terhadap benda jelly itu berbeda dengan kami. Kalo kami memakannya, tapi dia malah asyik menuliskan jelly itu ke daun pohon yang ada di tangannya. Kelihatannya dia menulis namanya sendiri.

Aku mulai curiga. Aku lebih memerhatikan jelly di tangan anak cewe itu. Sial, ternyata jelly itu memiliki manik-manik. Aku berkata sial bukan karena menyayangkan jelly-ku ga ada manik-maniknya, tapi karena salah mengira ini jajanan.

Selama beberapa jam perutku mual karena jelly yang harusnya menjadi alat tulis untuk kelas seni itu malah aku makan. Lagian juga kenapa dijual di kantin sekolah.

9 thoughts on “Jajanan Seni

  1. hahaha… masa jahiliyah anak SD, sangat luchu bro.
    bisa jadi cerpen ato kirim ke bpost neh…
    Kalau aku dulu jajan dengan berhutang buat beli Kinoman sampai-sampai akhir tahun duit tabungan sedikit isinya.

  2. oooh yayaya, itu benda yg dulu sering ditulisin di kertas buat jadi kartu nama. itu kalo ga salah bahan bakunya lem yg dikasih pewarna gitu deh.

    ya ampuun, ampe dimakan?? untung masi idup yah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s