Setia or Referensi

Standard

Malam itu Haris mengajak Reva dinner di Denden kawasan pantai jodoh, selatan Banjarmasin. Haris sengaja memilih resto yang penerangan meja makannya cuman pake lilin dan lokasinya pas di tepian sungai martapura yang tenang.
“Kamu tau kenapa aku ngajak kamu makan ke sini?” tanya Haris.
“Kamu pasti lebih tau.”Reva pura-pura ngga tau.
Haris menarik tangan Reva yang berada di seberang meja bundar. Temaram cahaya lilin menerangi tangan mereka.
“Sepertinya kita harus pacaran. Eh…”Haris sedikit gugup. “Maksud aku, bagaimana kalo kita pacar?”
Reva sedikit tertawa canggung dan menarik kembali tangannya.
“Tapi kan Ris, aku udah pa ca ran,”jawab Reva puts-putus. “Di fb aku kan keliatan statusnya. Masa kamu ngga tau.”
“Iya aku tau.” Haris kembali menarik tangan Reva.”Cuman aku jadi kepikiran, jangan-jangan kamu perlu referensi yang lain. So, aku nawarin diri jadi refensi kamu. Barangkali referensi cinta dariku lebih bermutu dari si Ardhi pacarmu itu.”
Reva nampak berpikir dan mendapat semacam ilham dari ucapan Haris barusan. “Benar juga ya…”
Angin sepoi pun menyapu permukaan sungai yang tentram, di saat kesetiaan dan referensi dipertanyakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s