Layang-Layang

Standard

layangan

anak-anak & layang-layang

Suatu hari aku ga sengaja liat langit. Kebetualan ada layang-layang lagi terbang. Aku jadi ingat waktu dulu. Anak kecil yang suka lupa menaruh sandalnya di mana. Kemana-mana gak pake sandal.

Semua anak-anak suka layang-layang. Aku juga demikian. Makanya itu, kalo pas ada layang-layang putus yang tertangkap mataku, tanpa pikir panjang langusung kukejar.

Jika layang-layangnya terbang seperti tersendat-sendat itu tandanya tali yang mengikat layang-layang itu panjang dan sesekali tersangkut-sangkut di pohon atau bangunan semacam rumah. Jika itu yang terjadi, maka yang diincar anak-anak adalah benangnya, karena benangnya lebih rendah ketimbang layang-layangnya. Itu disebut pagat panjang (putus dengan tali panjang menjuntai ke bawah).

Tapi lain halnya jika layang-layang itu terbang dalam keadaan cepat, itu tandanya talinya menggantung di udara. Tidak ada cara lain selain mengejar layang-layangnya. Yang ini disebut pagat handap.

Pernah di suatu siang menjelang sore, mataku menangkap layang-layang yang melayang-layang. Putus!

Aku dan tiga orang temanku yang ada di situ langsung mengejarnya. Layang-layang itu jatuh di rawa dengan air selutut. Aku dan teman-temanku tetap menerabas. Sampai akhirnya kami terperosok ke bagian yang lebih dalam. Bagian pinggang ke bawah tenggelam. Yang lain kelihatan susah, aku tetap memaksakan diri dan ujung-ujungnya layang-layang itu sudah ada di tanganku. Pulangnya, kami bingung; di mana kami meninggalkan sandal kami. Badanku di penuhi lintah-lintah berwarna hitam. Sakit memang. Trus badan gatal dan terik matahari yang mulai condong ke barat masih terasa menyengat. Usaha yang berat.

Tapi itu terbayar dengan layang-layang yang tersampir di punggungku. Bukan. Aku gak membicarakan berapa harga layang-layang itu, tapi suatu rasa yang hanya dimengerti anak kecil saat mendapatkan layang-layang putus.

4 thoughts on “Layang-Layang

    • Kalo kd suah maen kelayangan MKKB namanya (masa kecil kurang bahagia).
      Mungkin krn qm hidup di lingkungan padat yg gk ada tempat lapangnya, jd gk pernah punya kesempatan merasakan gmn asyiknya maen layang2 tuh😀

  1. kayaknya terinspirasi setelah baca Tke Kite Runner😀
    ham, postingan ni dimuat di koran media kalimantan hari ini (5/5). btw, q ada nih jual novel Layang-layang Putus =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s