Lahir ditertawakan. Meninggal ditangisi?

Standard

Untitled-1Suatu hari dia terlahir ke dunia dalam keadaan menangis.

Tapi, sebaliknya, orang-orang malah menertawainya. Suka cita.

Suatu saat. Di hari, tanggal dan tahun yang masih rahasia namun sudah ditentukan  jauh-jauh hari tercantum di Lauhil Mahfuzd, dia akan meninggal.

Yang jadi pertanyaan ada terdapat setidaknya dua opsi saat dia meninggal:

1. Dia tertawa tapi orang-orang yang ditinggalkannya menangisi kepergiannya.

2. Dia menangis tapi orang-orang yang ditinggalkannya menertawainya (mensyukuri dengan kepergiannya).

Sekarang dia belum meninggal. Jatah hidupnya masih ada beberapa saat. Dia berhak memilih opsi yang mana yang dia inginkan.

Apakah opsi pertama, ataupun kedua. Terserah dia yang menjalani bagaimana cara dia hidup.

Siapakah dia itu?

Dia adalah KITA semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s