Dua Ginjal

294365_165207000226121_100002104673570_346098_1181102648_n
Standard

Rasanya sudah lama bagaimananya caranya menulis, karena saking lamanya tidak mencoba lagi.

Ada beberapa alasan seseorang kembali mencoba menulis blognya. Bisa jadi karena dia menemukan teman baru yang kebetulan suka menulis blog. Ada juga karena seseorang menaksir seseorang yang suka menulis blog sehingga dia harus menghidupkan blognya lagi sebagai media pendekatan tak langsung. Di antanya ada juga karena tujuan komersil. Mungkin juga karena seseorang merasa kesepian. Pada dasarnya ada banyak hal seseorang kembali ke pelukan blognya.

Tahukah bahwa saat sedih datang, bisa jadi sedih itu adalah sedih di atas sedih, hal itu merupakan salah satu dari sekian alasan kenapa orang kembali mengingat-ingat username dan password blognya dan merasa harus membuat postingan sebagai basa-basi kepada blognya yang telah lama dia diamkan selama ini. Itulah sebabnya aku di sini, Kawan.

Satu tahun 2 bulan dan 28 hari adalah waktu yang lumayan cukup panjang untuk menampung beberapa kenangan dengan seseorang. Di dalamnya ada yang namanya memulai perkenalan, ada malu tapi mau, saling memberikan akun, bertukar nomor hp, bertukar cerita, menerka status satu sama lain, mulai memberikan sinyal hati yang sedang kosong, mulai memberikan hati masing-masing, hatiku untuk hatimu-hatimu untuk hatiku, menjalani hubungan yang mulai spesial, saling terlibat di kehidupan satu sama lain, yang sehat merawat yang sakit, yang sakit memastikan dalam hati suatu hari nanti dia akan merawat yang sehat saat dia sakit, mulai memperkenalkan nama teman masing-masing, bahkan mulai memberanikan diri sedikit perkenalan dengan keluarga masing-masing, ada bahagia-ada sedih, ada bangga-ada kecewa, ada harapan-ada putus asa, ada berdamai-ada adu mulut, ada memberi-ada menerima, ada melakukan kesalahan-ada permintaan maaf, ada janji-ada penepatan-ada penepatan telat-ada ingkar, ada senyum-ada rengutan dan yang namanya putus, tapi setelah putus ada balikan lagi, sesudahnya putus lagi dan ada balikan lagi, putus lagi-balik lagi, putus lagi-balik lagi, putus lagi-balik lagi, putus lagi-balik lagi, putus lagi-balik lagi, putus lagi-balik lagi, putus lagi-balik lagi, putus lagi-balik lagi……. dst.

Tapi apa rasanya apabila setelah adanya putus tak pernah ada yang namanya balikan lagi. Ternyata kata yang berada di ujung kalimat yang panjang itu adalah ‘putus’. Padahal rasa-rasanya wajah kita mirip. Kata orang jodoh gak akan kemana dan jodoh itu wajahnya terdapat kemiripan satu sama lain.

Kita seperti dua ginjal. Saat kehilangan satu sama lain maka hanya satu ginjal yang tersisa. Jagalah satu-satunya ginjal itu, jagalah diri masing-masing agar tidak hancur. Rasa-rasanya seperti miss everything tapi life must go on.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s